VIDEO TABRAKAN MAUT DI CICADAS

•January 29, 2012 • 1 Comment

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ… 
“(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.”

Selamat Jalan Tunggal Dewi Rahmani:

Photobucket

Video AMATIR :

TABRAKAN DI CICADAS

•January 27, 2012 • Leave a Comment
Korban Kecelakaan di Cicadas Bandung :

sekira pukul 8.00 tadi (27/1) terjadi kecelakan di jl Ahmad Yani depan deales Bajaj sebelum masuk ke RS Santo Yusuf, motor jupiter mx merah (D3605 II) kelindes bus damri AC (D 7502 AD) jurusan Cicaheum – Leuwipanjang, korban pengendara seorang wanita tewas ditempat dengan kepala pecah dan helm terbelah. Kondisi motor hanya lecet, sedangkan para penumpang bus pada keluar semua

Bandung – Dewi Rahmani (19) tewas seketika terlindas bus DAMRI di Jalan Ahmad Yani (Cicadas), Kota Bandung, Jumat (27/1/2012), sekitar pukul 09.00 WIB. Bikers warga Jalan Kaum Kulon, RT 2 RW 4, Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, itu tewas dengan kondisi mengenaskan.

Saksi mata, Rizki Nur Falah (19), mengatakaan saat itu korban seorang diri mengendarai sepeda motor Jupiter MX New bernopol D 3605 II dari arah Cicaheum menuju Jalan Ibrahim Adji (Kiaracondong). Bus DAMRI bernopol D 7502 AD melintas dari arah yang sama. Lokasi kecelakaan tepatnya di seberang dealer motor Bajaj.

“Korban tadi menyalip dari arah kiri bus DAMRI yang posisinya berada di depan. Tapi entah kenapa, kendaraan korban kesenggol bus itu,” ujar Rizki ditemui di lokasi kejadian.

Kecelakaan itu sontak membuat warga dan pengedara yang melintas di kawasan tersebut terkejut. “Tubuh korban saat itu masuk ke kolong bus dan terlindas ban belakang. Sedangkan motornya jatuh ke kiri jalan,” ucap Rizki.

Sebelum kecelakaan terjadi, menurut Rizki, bus maupun motor tidak dalam kecepatan sedang. “Dua-duanya enggak ngebut kok,” ujarnya.

Ia menambahkan, sopir bus DAMRI menghentikan lajunya dan turun melihat kondisi korban. Sopir itu segera diamankan polisi yang sedang mengatur arus lalu lintas.

Jasad Dewi tergeletak di pinggir jalan dengan kepala hancur, helm jenis half face berwarna merah yang dipakainya pun retak. Saat kejadian, menurut saksi korban memakai pakaian SPG. Di lokasi kejadian, darah segar menggenang di aspal. Warga pun menutup darah itu menggunakan pasir dan kardus.

Korban dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) menggunakan mobil polisi. Kejadian kecelakaan ini menjadi perhatian warga dan membuat arus lalu lintas dari kedua arah tersendat.

Informasi dihimpun, sopir bus DAMRI yang belum diketahui identitasnya itu sedang dimintai keterangan di Polrestabes Bandung.

Jumat, 27/01/2012 13:58 WIB
Ibu Korban Terlindas Bus DAMRI Histeris di RSHS
Tya Eka Yulianti – detikBandung

Bandung – Tangis histeris Mimin (40) pecah saat mendatangi kamar jenazah di RS Hasan Sadikin, Jumat (27/1/2012). Ia tak kuasa menahan sedih saat akan melihat jasad anaknya, Tunggal Dewi Rahmani (19) yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Ahmad Yani (Cicadas). Dewi tewas mengenaskan terlindas bus DAMRI.

Pantauan detikbandung, Mimin datang sekitar pukul 11.00 WIB bersama beberapa kerabatnya. Sebelumnya sejumlah teman Dewi telah lebih dulu datang. Mereka terlihat berdoa bersama di dekat jenazah Dewi.

Baru saja melewati pintu kamar mayat, Mimin yang mengenakan atasan hijau itu langsung histeris. Tangisnya pecah sambil terus memanggil anak satu-satunya itu.

“Dewi, aduh Dewi. Hoyong ka Dewi, hoyong ka Dewi (mau ke Dewi-red),” ujar Mimin berulang-ulang sambil menangis tersedu-sedu.

Mimin pun terus memberontak saat beberapa kerabat mencoba menahannya. Ia meronta di ruang mayat tersebut. Kerabat dan petugas kamar mayat bergegas menggotong ke kursi yang berada di ruang tunggu. Namun Mimin masih terus berontak dan mengatakan ingin bertemu anaknya tersebut.

Hingga pukul 13.00 WIB, Mimin masih berada di ruang tunggu dan masih terus ditenangkan. Sementara Mimin bersikeras untuk melihat jasad Dewi.

Tak hanya Mimin saja yang menangis histeris. Beberapa teman Dewi yang datang tak kuasa menahan air mata. Terlebih melihat kondisi Dewi yang mengenaskan.

“Astagfirullah, Dewi,” tangis Fitria (20) rekan kerja Dewi di Matahari Bandung Indah Plaza (BIP). Kerabat dan teman Dewi masih terus berdatangan ke kamar mayat RSHS.

Kecelakaan itu terjadi pada Jumat (27/1/2012) sekitar pukul 09.00, di Jalan Ahmad Yani (Cicadas), Kota Bandung. Dewi mengendarai sepeda motor Jupiter MX New bernopol D 3605 II dari arah Cicaheum menuju Jalan Ibrahim Adji (Kiaracondong). Bus DAMRI bernopol D 7502 AD melintas dari arah yang sama. Lokasi kecelakaan tepatnya di seberang dealer motor Bajaj.

“Korban tadi menyalip dari arah kiri bus DAMRI yang posisinya berada di depan. Tapi entah kenapa, kendaraan korban kesenggol bus itu,” ujar saksi mata, Rizki Nur Falah (19), ditemui di lokasi kejadian. 

Gambar Dari TKP:

Tragedi Costa Concordia

•January 26, 2012 • Leave a Comment

Sekilas Tentang Kapal Costa Concordia

Costa Concordia adalah sebuah kapal pesiar kelas Concordia yang dimiliki dan dioperasikan oleh Costa Cruises. Kapal ini dibangun di galangan kapal Sestri Ponente milik Fincantieri di Italia. Nama Concordia ditujukan untuk mengkspresikan harapan untuk “harmoni, kesatuan, dan perdamaian yang terus berlanjut di antara negara-negara Eropa”.
Kapal ini adalah kapal pertama dalam kelas Concordia, bersama adik-adiknya, Costa Serena, Costa Pacifica, Costa Favolosa, Costa Fascinosa dan Carnival Splendor yang dibangun untuk Carnival Cruise Lines. Costa Concordia mulai berlayar pada Juli 2006 dan merupakan kapal terbesar yang dibangun di Italia, dengan tonase kotor seberat 114,500 GT. ,, Baca Lebih Lanjut
Tentang Kapal Costa Concordia

Kronologi Tenggelamnya Kapal Pesiar Costa Concordia 

 
Foto: Reuters
Roma – Kapal pesiar mewah Costa Concordia tenggelam dan hinga kini 11 orang ditemukan tewas. Berdasarkan keterangan pada pejabat dan saksi mata, kapal tersebut tenggelam setelah menabrak karang di Tuscsan yang dekat dengan pulau Giglio, Italia.

Berikut kronologi menjelang tenggelamnya kapal mewah itu, seperti diberitakan AFP, Rabu (18/1/2012):

Jumat, 13 Januari 2012

– Pukul 07.00 malam waktu setempat, kapal siap berlayar dari pelabuhan Civitavecchia yang berada di dekat Roma dengan mengangkut sekitar 4.299 orang termasuk 3.000 orang turis dan lebih dari 1.000 awak kapal. Kebanyakan turis itu berasal dari Italia, Prancis, Jerman, Spanyol.

– Pukul 08.30, kebanyakan penumpang sedang menikmati makan malamnya di lima restoran dan 13 club malam di seluruh wilayah kapal Costa Concordia, termasuk beberapa di antaranya berada di dalam kabin.

– Pukul 09.30, Kapal menabrak karang di wilayah Tuscan di Pulau Giglio.

– Pukul 09.35, listrik kapal mati. Penumpang mulai panik.

– Pukul 09.45, alarm pertama berbunyi dua kali panjang dan sekali pendek yang menginformasikan kepada awak kapal tentang adanya masalah.

– Pukul 09.50, kapal mulai miring. Di restoran, perlengkapan makan mulai saling beradu. Beberapa penumpang berlari ke luar kabinnya dan memakai pelampung.

– Pukul 10.00, beberapa penumpang mulai berkumpul di dek empat di mana sekoci berada. Kapten kapal melakukan manuver untuk mendekatkan kapal ke pantai.

– Pukul 10.10, perintah meninggalkan kapal dikeluarkan dengan tujuh kali tiupan peluit pendek dan sekali tiupan panjang. Sekoci mulai diturunkan.

– Pukul 10.20, penjaga pantai mulai melakukan upaya penyelamatan dengan menggunakan speedboat dan helikopter. Warga pantai Giglio ikut membantu penyelamatan itu. Banyak penumpang yang langsung melompat ke laut dan tidak menggunakan sekoci.

– Pukul 11.15, sekoci pertama tiba di pantai Giglio.

– Pukul 11:40, Media melaporkan Kapten Francesco Schettino ditemukan di darat dalam kondisi lelah.

Hingga saat ini, pihak yang berwenang mengatakan 29 orang masih hilang setelah kapal mewah itu menabrak karang dan tenggelam. Jumlah korban yang tewas mencapai 11 orang.

Kapal yang dijuluki ‘Titanic Italia’ itu menabrak batu karang saat melintasi Pulau Giglio, Italia. Diduga sang kapten. Francesco Schettino, sengaja berlayar terlalu dekat ke daratan karena ingin ‘menyapa’ seorang temannya yang berada di pinggir pantai. Original Artikel

Kecelakaan di halte tugu tani [ Video ]

•January 22, 2012 • Leave a Comment

Tersangkanya :

Kronologis Kecelakaan di Tugu Tani.

Liputan6.com, Jakarta: Sopir Daihatsu Xenia hitam bernomor polisi B 2479 XI yang menabrak delapan pejalan kaki di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, berinisial AS, wanita berusia 29 tahun. Saat diperiksa, AS tak bisa memperlihatkan Surat Izin Mengemudi dan hanya memperlihatkan STNK atas nama orang lain.

Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan. Saksi mata di lokasi, Suwarto (40), menduga sopir mabuk saat mengendarai kendaraan. Namun Kasat Lantas Polres Jakpus Komisaris Gimo Husodo memperkirakan penyebab kecelakaan adalah rem mobil yang tak berfungsi dengan baik.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, sebelum menabrak, mobil melaju kencang dari arah Gambir menuju Tugu Tani. Saat di lokasi, sopir kaget melihat ada orang hendak menyeberang. Dia tak bisa mengerem karena rem tak berfungsi.

Sopir kemudian membanting setir ke arah trotoar. Mobil langsung terguling-guling dan menabrak sejumlah pejalan kaki. Delapan orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Berikut daftar korban tewas:

1. Ujay, laki-laki (15)
2. Firmansyah, laki-laki (30)
3. Suyatmi, perempuan (30)
4. Alfi Fitriati, perempuan (21)
5. Yusuf Sigit, laki-laki (2,5)
6. Ari, laki-laki (16)
7. Nani, perempuan (25)
8. Laki-laki, belum diketahui identitasnya.(ULF)

 ==================================================

 
Kecelakaan Tugu Tani, Sopir Bajaj Kehilangan 4 Famili

Minggu, 22 Januari 2012 20:35 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peristiwa kelam yang menewaskan delapan orang akibat ditubruk mobil Xenia di kawasan Tugu Tani pada Ahad (22/1) siang, menyisakan perasaan trauma bagi Rohmari alias Benyamin (60 tahun), salah satu keluarga korban. Dijelaskan Benyamin, saat kejadian dia sedang bekerja narik bajaj. “Karena mendengar anak dan cucu saya meninggal, saya kesini,” kata Benyamin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Benyamin kehilangan empat anggota keluarganya, yakni Suyatmi (51 tahun) Nanik Riyanti (25 tahun), Pipit Alfia Fitriasih (18 tahun), dan Yusuf Sigit (2,5 tahun). Adapun korban Nanik dalam kondisi hamil tiga bulan.

Benyamin menyatakan, tiga sanak familinya juga menjadi korban Xenia ngebut dan mengalami luka berat, yaitu Teguh (30), Siti Muqaromah (30 tahun) yang merupakan istri Teguh, dan Kenny (9 tahun). Ketiganya saat ini dalam perawatan di RSPAD Gatot Subroto

Ketujuh orang ini berasal dari Desa Singarojo, Kecamatan Mayong, Jepara, Jawa Tengah yang tengah berlibur ke Ibu Kota, usai dari Monas. Empat orang korban tewas rencananya dimakamkan di kampung halamannya.

Sebelum kejadian nahas itu, Benyamin mengaku sempat bermimpi aneh malam sebelumnya. Namun, pihaknya merelakan kepergian keluarganya sebab terlanjut dipanggil Yang Maha Kuasa. “Saya hanya ingin pelaku bertanggungjawab dan dihukum sesuai aturan,” katanya.


Kecelakaan mengerikan Baru Di Ghana

•January 19, 2012 • Leave a Comment
Kecelakaan motor yang mengerikan di Ghana

Pembunuhan Kilat Di Brazil

•January 19, 2012 • Leave a Comment

Brazil - Man Quickly Murdered by Gunmen on Motorcycle 
The upcoming Olympic Games and the World Cup Brazil is set to host will be an out-of-control blood bath. When murder is more common than mosquitoes, you know you have a tough situation on your hands. Gunning someone down seems to happen without second thoughts in Brazil. It’s as natural as farting in water. You just pull your gun out, pop a few bullets in the motherfucker and ride off. With day concluded, you can look forward to killing someone else again the tomorrow.
Without overreacting, anyone who rides by you on a motorcycle in Brazil should be suspected as a potential gunman set to kill you. That’s not to imply that those who walk by you, ride a bicycle or drive in a car are any less dangerous, but motorcycles seem to be a popular choice of low level murderers who are never too far away.
If they made shooting one another on a motorcycle an Olympic sport, Brazil would be a gold medalist.
Sources : bestgore.com

Terjun Bebas Di Jembatan Layang – Malaysia

•January 19, 2012 • Leave a Comment

Motorcyclist Takes a Swan Dive Off Highway Ramp

This video is just another proof that real life beats movie stunts any day. The video is from Kuala Lumpur, Malaysia – home of some of the world’s worst and most disrespectful drivers. The motorcyclist was riding down a highway ramp, negotiating the curve at an unsafe speed. The motorcycle was stopped by the concrete barrier, but the motorcyclist flew off the ramp in a beautiful swan dive and landed after a hundred feet long flight on the tarmac below. I don’t know the outcome of this dive, but I can’t imagine this was survivable.